Page Nav

HIDE

Selebintang.com

latest

Responsive Ads

5 Beauty Influencer Indonesia: Ciri Konten dan Contoh Karyanya

▶ Putar video Tonton video di YouTube Selebintang.com - Siapa saja beauty influencer Indonesia yang karyanya bisa dijadikan rujukan? T...


Selebintang.com - Siapa saja beauty influencer Indonesia yang karyanya bisa dijadikan rujukan? Tasya Farasya, Suhay Salim, Rachel Goddard, Abel Cantika, dan Jharna Bhagwani menawarkan bentuk konten yang berbeda: ada yang membuat ulasan produk, tutorial riasan, hingga video transformasi karakter.

Daftar ini disusun dari contoh karya yang dapat dilihat di kanal para kreator. Fokusnya ialah membantu pembaca memilih jenis konten sesuai kebutuhan, bukan mengurutkan jumlah pengikut. Tanggal dan contoh unggahan dicantumkan agar karya lama tidak disajikan seolah baru dirilis.

  • Tasya Farasya: ulasan dan pilihan produk kecantikan.
  • Suhay Salim: pembahasan produk menurut kategori dan perhatian pembaca.
  • Rachel Goddard: tutorial dengan batasan seperti satu merek atau produk lokal terjangkau.
  • Abel Cantika: tutorial riasan lengkap beserta rincian produk yang dipakai.
  • Jharna Bhagwani: riasan karakter dan penceritaan lewat video singkat.

1. Tasya Farasya: ulasan produk dan pengembangan merek

Salah satu format yang dapat dilihat di kanal Tasya ialah video “Tasya Farasya Approved 2023”, yang membahas pilihan produk skincare, makeup, dan alat kecantikan. Penonton yang ingin membandingkan produk dapat memakai video semacam ini sebagai titik awal: perhatikan produk apa yang ditampilkan, alasan penilaiannya, serta kapan ulasan dibuat.

Di luar konten, Tasya mendirikan Mother of Pearl (MOP), sebagaimana dinyatakan dalam cerita merek resminya. Perjalanan tersebut memberi sisi lain untuk dibaca: bagaimana pengalaman kreator dapat berkembang menjadi usaha kosmetik. Selebintang juga telah memuat profil Tasya Farasya sebagai pengusaha kecantikan.

2. Suhay Salim: mengelompokkan pembahasan skincare

Konten Suhay memberi contoh bagaimana pembahasan produk dapat dimulai dari pertanyaan yang spesifik. Dalam video “Best Skincare Products Buat Pori-pori & Komedo” yang terbit pada 2018, ia mengumpulkan beragam produk untuk satu topik. Judul itu membantu penonton memahami fokus video sebelum menelusuri daftar produk yang dibicarakan.

Jika menonton ulasan skincare lama, pembaca perlu mengecek ulang nama, formula, dan ketersediaan produk. Penilaian seorang kreator juga berangkat dari pengalaman pemakaian pribadi. Untuk pertanyaan tentang kondisi kulit yang memerlukan diagnosis atau perawatan, ulasan video tidak menggantikan konsultasi dengan tenaga kesehatan.

3. Rachel Goddard: tutorial dengan batasan produk yang jelas

Rachel memperlihatkan dua cara menyusun tutorial yang mudah diikuti. Video “1 Brand Tutorial: Makeover!” memakai satu merek sebagai kerangka, sedangkan “100% Lokal Drugstore! Glass Skin Makeup Tanpa Highlighter!” menempatkan produk lokal dan hasil riasan tertentu sebagai fokus. Keduanya merupakan contoh unggahan yang terbit beberapa tahun lalu.

Batasan seperti “satu merek” atau “produk lokal” memudahkan penonton mencari video yang sesuai dengan anggaran dan pilihan belanjanya. Meski begitu, hasil akhir di video tetap dipengaruhi teknik aplikasi, pencahayaan, dan karakter kulit orang yang merias.

4. Abel Cantika: tutorial lengkap dengan daftar produk

Dalam “Full Face Indonesian Local Brand Makeup Tutorial & Review” yang terbit pada 2018, Abel merias wajah menggunakan berbagai produk merek lokal. Deskripsi videonya merinci produk untuk sejumlah tahap, dari primer dan alas bedak hingga riasan mata dan bibir.

Rincian itu berguna bagi pembaca yang ingin mempelajari urutan pemakaian atau mencari alternatif pada satu tahap tertentu. Tidak semua produk dalam video perlu dibeli sekaligus: perhatikan teknik yang ingin dipelajari, kemudian cocokkan dengan perlengkapan yang sudah dimiliki.

5. Jharna Bhagwani: riasan sebagai bagian dari cerita visual

Contoh karya Jharna yang mudah dikenali ialah video #LathiChallenge yang diunggah pada Mei 2020. Dalam unggahan itu, riasan, busana, gerak bibir, musik, dan transisi gambar disatukan untuk membangun perubahan karakter. Keterangan unggahannya menyebut keinginannya menampilkan budaya Indonesia melalui karya tersebut.

Video itu menunjukkan fungsi makeup yang berbeda dari ulasan belanja: riasan dapat menjadi perangkat bercerita. Jika tertarik pada efek karakter, perhatikan hubungan antara konsep visual, proses merias, penyuntingan, dan hasil akhir, bukan hanya daftar kosmetiknya.

Bagaimana memilih konten yang paling berguna?

Mulailah dari tujuan menonton. Untuk membandingkan pengalaman memakai produk, cari video ulasan yang menyebut nama dan varian secara jelas. Untuk belajar langkah merias, pilih tutorial yang memperlihatkan proses aplikasi. Untuk mencari ide visual, amati video transformasi serta cara kreator menggabungkan riasan dengan cerita.

Ketika konten memengaruhi keputusan membeli, cek tanggal unggahan, kemungkinan perubahan formula, informasi promosi yang dicantumkan, serta label produk. Nomor notifikasi kosmetik dapat dicocokkan di situs resmi BPOM. Pengalaman seorang kreator memberi referensi, sementara kecocokan warna dan formula tetap perlu dinilai menurut kebutuhan masing-masing.

Kesimpulan

Lima kreator di atas memperlihatkan bahwa konten kecantikan memiliki tujuan yang beragam. Tasya menampilkan pilihan produk, Suhay mengelompokkan ulasan berdasarkan topik, Rachel dan Abel memperlihatkan pendekatan tutorial, sedangkan Jharna memakai riasan untuk membangun cerita visual. Pilih karya yang menjawab pertanyaan Anda, lalu periksa sumber dan konteksnya sebelum menerapkan saran atau membeli produk.

Rujukan karya: Tasya Farasya; Suhay Salim; Rachel Goddard; Abel Cantika; Jharna Bhagwani. Karya dan tautan diperiksa untuk artikel ini pada 30 September 2026.

Responsive Ads